Posts

Berkenalan yuk....! Supaya kita saling mengenal 😊😊

Apa itu berkenalan? Kata berkenalan merupakan salah satu cara agar kita dapat saling kenal.  Sedangkan kata "kenal" itu sendiri memiliki arti mengetahui.  Misalnya gini deh "baru mendengar suaranya aku sudah tahu", jika dilihat dari hal tersebut maka kita bisa beranggapan bahwa seseorang dengan yang lainnya sudah saling kenal.  Padahal belum tentu karena bisa jadi dia hanyalah seorang pengamat yang sok tahu tentang diri orang lain. Makna kata "tahu" itu sendiri bukan bicara (n) kata benda yahh tapi sebagai verb yang bisa diartikan sebagai ungkapan "mempunyai rasa tidak tahu malu". Lho ko jadi negatif??? Hal Itu tergantung dari sudut pandangnya sendiri sebetulnya.  Kembali lagi pada  bahasan jika kita sudah berkenalan maka kitapun akan saling mengenal dengan makna "kenal" dan "tahu". Sudah berkenalankah kamu dengan dirimu? Salah satu unsur yang dapat kita ketahui seseorang telah mengenal dirinya adalah kenal atau mengetahui...

Kasmaran

Wahai anak adam... Jelang Mentari menyapa diri Gemercik embun dalam sunyi Senda gurau mengusik hati Sapaanmu membuatku lupa diri Pandanganku tak bisa ku lepaskan Wahai mahluk tuhan... Hatiku bergejolak seperti bara api Menggebu sampai lupa diri Jiwaku melayang Pandanganku kabur Bulan dan Bintang memancarkan senyuman Asaku bergelora menari dalam bahagia Wahai anak adam... Kau seperti mahluk tuhan Memelukku dengan kehangatan Seperti malaikat yang mengibaskan sayapnya Mendekap bumi dari timur hingga barat Jiwaku terlena Dalam penyakit cinta Dengan kebahagian tiada henti

Sepi

Image
Hai sepi...  Kau menyapa dalam sunyi Datang pada relung hati yang hampa Membisu tanpa nada dan irama Seperti angin badai yang menerpa Menelan habis hingga kosongnya jiwa Hai sepi... Aku tak suka kamu datang Menari dalam kekosongan jiwa Mampir dikala senja yang sangat berarti mengusik gemerlap cahaya dalam hati Tak mau pergi walau sudah ku maki Hai sepi... Enyahlah kau dalam cerobong asap Terbawa topan yang melesat Mengalir dalam gemerciknya hujan Dan menghilang bagai kabut tanpa jejak

Aku kau dan sebuah tasbeh

Part 2 Singkat cerita,  tiga bulan berlalu semua kegiatan baik itu di sekolah maupun dipesantren dapat kulalui dengan lancar kini tiba acara perlombaan antar kelas dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perlombaan tersebut terdiri dari kelas ulya,  wusto dan mubtadi. Tidak disangka-sangka juara 1 lomba hafalan sholat dapat ku raih sedangkan untuk juara 2 dan 3 diraih oleh santri laki-laki teman sekelasku juga. "Ciee... Cieee... Akhirnya cocok banget kamu Din bersanding sama Doni.  Sama-sama pinter ngaji,  juara pula nanti bisa saling berlomba", goda Fana sambil meledek.  Dan tak lama kemudian santri Putri mulai banyak yang bersorak.  Ada yang memberikan pujian dan juga mengolok-olok padaku dan Doni. Tanpa sadar aku memalingkan muka dan sepertinya memutarkan bola mata sehingga Fana temanku merasa bahwa aku marah sekali.  "Din,  maaf yaa... Aku kan cuma bercanda", pintanya sambil memegang bahuku.  "Ia tidak apa-apa ko,  ...

Aku, kau dan sebuah tasbeh

Dinda,  seorang gadis pemalu dengan paras cantik yang mau mengenal dunia pesantren karena keinginanya sendiri dan kurang peka terhadap perasaan orang lain tapi dianya suka baperan. Part 1 Suara Adzan magrib membuatku tertegun dan takjub,  entah siapa yang mengumandangkannya.  Tanpa berfikir panjang,  kubuka celah tirai yang menutupi jendela dikompleku. Tiba-tiba suara itu mengagetkannku,  "Dindaa...!!! Kamu ngintip ya.  Ketahuan sama pengurus tau rasa kamu!", sontak Mila sambil menepuk bahuku. "Hehe nngga ko aku ga ngintip,  tapi lihat. "Ujarku. "Sudah ah,  ayo kita bergegas nanti kita dihukum karena masbuk", Mila mengingatkan kembali.  Seorang pengurus asrama kemudian lewat sambil menyuruh kami untuk bergegas mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid karena kami harus mengikuti sholat magrib berjama'ah.  Akupun dengan bersemangat pergi untuk mengambil air wudhu,  memakai mukena dan bergegas ke masjid. "Dinda tunggu aku, " Fan...

Bersyukurlah jangan sampai dirimu menjadi kufur

Image
Ahhh subhanalloh sungguh takjub dengan ciptaanmu,  jika hanya dengan sekuntum bunga dan tetesan embun  menjadi sebuah keindahan yang menyejukan hati apalagi dengan ciptaan-Mu yang lainnya. فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُما تُكَذِّبان Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan??? (Qs. Ar-Rahman:13) Ayat ini pasti akan membuat siapa saja tertegun ketika membacanya. Betapa kita, sebagai makhluk-Nya yang lemah, terkadang merasa sombong dan berat hati mengucapkan rasa syukur walau sekadar mengucapkan ‘terima kasih’ kepada Sang Maha Pencipta, yakni Allah SWT. Allah tidak akan memperoleh keuntungan dengan syukur hamba-Nya dan tidak akan rugi atau berkurang keagungan-Nya apabila hamba-Nya kufur. "Alhamdulillah", segala pujian hanyalah bagimu Dzat pencipta,  penguasa sel...

Yakinlah! Rencananya Pasti Lebih Indah

Yakinlah! Rencana-Nya Pasti Lebih Indah “Seperti alur sungai, terjal, berbelok-belok dan tidak tahu berakhir di hilir yang mana. Begitupula kehidupan siapa yang tahu jalan hidup manusia akan seperti apa baik saat ini maupun nanti di masa yang akan datang. Karena sesungguhnya, bukan kita makhluk kecil yang menentukan melainkan Dia sang Kholik pencipta alam dan penetap takdir. Namun ingatlah! Bukan keinginan dan rencana kita, Melainkan rencana dan ketetapan-Nya pasti jauh lebih indah.” Panggilah Hana, seorang gadis yang memiliki sifat pemalu, susah bersosialisasi dan selalu terobsesi dengan belajar dan dunia pendidikan. Aku tumbuh dilingkungan keluarga yang sederhana dan awam akan ilmu agama. Aku adalah anak ke-3 dari 9 bersaudara. Walaupun demikian, semangatku untuk sekolah sampai keperguruan tinggi dan mengejar cita-citaku tidak pernah usai.. Menjadi seorang guru dan dokter adalah cita-cita semenjak aku kecil. Guru adalah orang yang mengajarkan ilmu pada kita dari tidak tahu menjad...